11 Perawatan Rambut yang Merusak Mahkota Kepala
Banyak kebiasaan perawatan rambut sehari-hari yang tanpa disadari dapat memicu kerusakan. Kenali penyebab umum rambut rusak, ciri-cirinya, dan 11 praktik perawatan yang harus dihindari agar rambut tetap sehat dan indah.
11 kebiasaan perawatan rambut sehari-hari tanpa disadari dapat menyebabkan kerusakan serius pada mahkota kepala. Padahal, rambut sering disebut sebagai mahkota, sehingga kesehatan dan penampilannya penting untuk dijaga.
Kerusakan rambut ditandai dengan berbagai ciri seperti kering, kusam, bercabang, rontok, rapuh, kusut, sulit diatur, gatal pada kulit kepala, hingga menipis.
Kondisi ini dapat dipicu oleh paparan panas berlebih, penggunaan bahan kimia keras, kurangnya nutrisi, paparan sinar matahari dan polusi, stres, perubahan hormonal, hingga penggunaan produk perawatan rambut yang tidak tepat.
Memahami penyebab dan solusi dari kebiasaan perawatan yang salah adalah langkah awal untuk mengembalikan kesehatan dan keindahan rambut.
1. Penggunaan Alat Penata Rambut Panas Berlebihan
Alat penata rambut seperti pengering rambut, catokan, dan pengeriting rambut sering digunakan untuk mendapatkan tampilan yang diinginkan.
Namun, suhu panas tinggi dari alat-alat ini dapat menghilangkan kelembapan alami rambut secara signifikan.
Kondisi ini merusak lapisan pelindung rambut atau kutikula, serta protein alami rambut. Akibatnya, rambut menjadi kering, rapuh, dan mudah patah.
Ciri kerusakan lainnya termasuk rambut bercabang, kusam, mengembang, sulit diatur, dan rontok.
Untuk mengatasinya, batasi frekuensi penggunaan alat panas, setidaknya seminggu sekali, dan selalu gunakan pelindung panas sebelum melakukan penataan. Pengaturan suhu ke tingkat yang lebih rendah juga disarankan.
2. Perawatan Kimia Rambut yang Keras
Pewarnaan, bleaching, pelurusan, atau pengeritingan permanen merupakan perawatan kimia yang populer.
Bahan kimia keras dalam produk-produk ini dapat mengangkat lapisan kutikula rambut, merusak struktur protein, dan menghilangkan kelembapan alami rambut.
Kerusakan yang muncul meliputi rambut kering, kusam, rapuh, dan bercabang. Rambut juga dapat menjadi mudah rontok dan menipis akibat paparan bahan kimia ini.
Disarankan untuk memberi jeda waktu yang cukup antar perawatan kimia, misalnya 8 hingga 10 minggu.
Pilih produk yang lebih lembut dan bebas sulfat, serta lakukan perawatan rambut intensif seperti masker dan vitamin. Konsultasi dengan ahli sebelum melakukan perawatan kimia juga penting.
3. Terlalu Sering Keramas
Keramas yang terlalu sering, bahkan hingga dua kali sehari, dapat menghilangkan minyak alami yang diproduksi oleh kulit kepala. Minyak alami ini penting untuk menjaga kelembapan dan vitalitas rambut.
Ketika minyak alami terkikis, kulit kepala dapat terasa gatal dan kering. Kondisi rambut juga menjadi kering, kusam, dan mudah patah.
Idealnya, keramaslah 2 hingga 3 kali seminggu, atau sesuaikan dengan jenis rambut dan tingkat aktivitas.
Fokuskan pengaplikasian sampo pada kulit kepala dan biarkan sisa sampo mengalir ke batang rambut saat membilas.
4. Jarang Keramas
Kebalikan dari terlalu sering keramas, jarang mencuci rambut menyebabkan penumpukan minyak, keringat, dan kotoran pada kulit kepala. Penumpukan ini dapat menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi rambut.
Akibatnya, kulit kepala menjadi berminyak dan ketombe dapat muncul. Rambut terasa lengket dan kondisi ini juga dapat memicu kerontokan rambut.
Untuk menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut, cuci rambut secara teratur dengan sampo dan kondisioner yang sesuai dengan tipe rambut.
5. Menggosok Rambut Basah dengan Handuk Terlalu Keras
Rambut dalam kondisi basah rentan dan mudah patah. Menggosoknya dengan handuk secara kasar akan menyebabkan gesekan yang membuka kutikula rambut.
Gesekan ini membuat serat rambut rapuh dan bahkan dapat menarik akar rambut. Ciri kerusakan yang terlihat adalah rambut mudah rontok, patah, dan teksturnya menjadi kasar serta mudah kusut.
Keringkan rambut dengan menepuk-nepuknya secara lembut menggunakan handuk, disarankan handuk mikrofiber, untuk menyerap kelebihan air. Kemudian, biarkan rambut kering secara alami untuk mencegah kerusakan.
6. Menyisir Rambut Saat Basah atau Terlalu Sering/Keras
Rambut basah cenderung meregang dan lebih rapuh dibandingkan saat kering. Menyisir rambut saat masih basah dapat merusak kutikula rambut secara signifikan.
Selain itu, menyisir terlalu sering atau dengan tekanan yang kuat juga dapat memberi tekanan berlebih pada batang rambut.
Kerusakan yang muncul meliputi rambut mudah patah, rontok, dan kusut, serta kerusakan kutikula.
Hindari menyisir rambut saat masih basah kuyup.
Jika harus menyisir saat lembap, terutama untuk rambut ikal atau bertekstur, gunakan sisir bergigi jarang atau jari-jari untuk mengurai rambut secara perlahan, mulai dari ujung.
Jangan menyisir rambut terlalu sering.
7. Tidak Menggunakan Kondisioner atau Menggunakannya di Kulit Kepala
Melewatkan penggunaan kondisioner setelah keramas membuat rambut kekurangan kelembapan dan nutrisi penting. Ini dapat menyebabkan rambut kering, mengembang, rapuh, dan mudah kusut.
Sebaliknya, mengoleskan kondisioner di kulit kepala dapat membuat kulit kepala rentan berminyak dan rambut menjadi lepek. Kondisioner dirancang khusus untuk batang rambut, bukan kulit kepala.
Selalu gunakan kondisioner setelah keramas dan aplikasikan hanya pada batang rambut, terutama dari bagian tengah hingga ujung. Pilih kondisioner yang sesuai dengan jenis rambut untuk hasil optimal.
8. Mengikat Rambut Terlalu Kencang atau di Tempat yang Sama
Mengikat rambut terlalu kencang atau selalu di posisi yang sama dapat memberikan tekanan berlebih pada folikel rambut. Kondisi ini juga menyebabkan gesekan yang merusak batang rambut.
Ciri kerusakan yang sering terjadi adalah rambut rontok dan patah di area ikatan. Ujung rambut juga dapat menjadi bercabang akibat tekanan yang terus-menerus.
Hindari mengikat rambut terlalu kencang dan sesekali ganti posisi ikatan rambut. Membiarkan rambut terurai juga dapat mengurangi tekanan pada folikel dan batang rambut.
9. Tidur dengan Rambut yang Masih Basah
Rambut basah berada dalam kondisi paling rapuh dan rentan terhadap kerusakan. Gesekan rambut basah dengan bantal saat tidur dapat menyebabkan kerusakan serius.
Akibatnya, rambut menjadi mudah patah, kusut, dan rontok. Kelembapan yang terperangkap juga dapat memicu masalah kulit kepala.
Pastikan rambut benar-benar kering sebelum tidur. Ini membantu menjaga kekuatan dan kesehatan rambut dari gesekan yang tidak diinginkan.
10. Penggunaan Produk Rambut yang Salah atau Berlebihan
Produk sampo, kondisioner, atau styling yang mengandung bahan kimia keras seperti sulfat dan alkohol dapat mengikis kelembapan alami rambut.
Penggunaan produk styling yang berlebihan juga menyebabkan penumpukan residu di kulit kepala.
Kerusakan yang muncul meliputi rambut menjadi kering, kasar, sulit diatur, dan kusam. Penumpukan residu dapat menyebabkan rambut lepek, berminyak, ketombe, hingga kerontokan.
Pilih produk perawatan rambut yang sesuai dengan jenis rambut dan bebas dari bahan kimia keras.
Gunakan produk styling secukupnya dan pastikan rambut dibilas bersih setelah beraktivitas untuk menghindari penumpukan residu.
11. Jarang Memotong Ujung Rambut
Ujung rambut yang bercabang jika dibiarkan tidak dipotong, kerusakannya dapat merambat lebih jauh ke atas batang rambut. Ini adalah masalah umum yang sering diabaikan.
Ciri kerusakan yang terlihat adalah rambut bercabang semakin parah, kering, kusam, dan rapuh. Kondisi ini membuat rambut tampak tidak sehat dan sulit tumbuh panjang.
Potong ujung rambut secara teratur, idealnya setiap 2 hingga 3 bulan atau 6 hingga 8 minggu sekali.
Tindakan ini menghilangkan bagian yang rusak dan mencegah kerusakan menyebar lebih jauh ke batang rambut.
Dengan memahami berbagai kebiasaan perawatan rambut yang dapat menyebabkan kerusakan, langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan. Perawatan yang tepat akan membantu menjaga kesehatan dan keindahan rambut dalam jangka panjang.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, halodoc.com, traveloka.com, loccitane.com, cnnindonesia.com, loreal-paris.co.id, sunsilk.co.id, popbela.com.
