Selasa, 01 Sep 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Berita
Berita

Bukan Sekadar Factor Usia! Ini 5 Penyebab Rambut Rontok yang Sering Kamu Abaikan

✍️ Dewi 🕒 01 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
rambut rontok
rambut rontok Foto: kompas.com

Banyak orang langsung menyalahkan pertambahan usia atau faktor genetik saat menemukan helai-helai rambut yang menumpuk di sisir maupun lantai kamar mandi. Padahal, penuaan bukanlah satu-satunya dalang utama di balik penipisan mahkota kepala kamu. Kerap kali, tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari dan kondisi kesehatan tertentu justru menjadi pemicu utama akar rambut kehilangan kekuatannya.

Rambut yang sehat membutuhkan nutrisi yang cukup, lingkungan kulit kepala yang seimbang, serta perawatan yang tepat. Ketika salah satu aspek tersebut terganggu, siklus pertumbuhan rambut akan terhenti lebih cepat dan masuk ke fase kerontokan.

5 Penyebab Rambut Rontok yang Sering Diabaikan

1. Stres Emosional dan Fisik yang Berlebihan
Hubungan antara pikiran dan kesehatan fisik sangatlah erat, termasuk dalam hal kekuatan rambut. Saat kamu mengalami stres berat, baik karena beban kerja, masalah pribadi, atau pemulihan pasca sakit, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Kondisi ini dapat memicu fenomena yang disebut Telogen Effluvium, di mana sejumlah besar folikel rambut dipaksa memasuki fase istirahat (telogen) secara prematur. Akibatnya, beberapa minggu atau bulan setelah periode stres tersebut, rambut akan rontok secara masif saat disisir atau dicuci.

2. Pola Makan Buruk dan Defisiensi Nutrisi
Rambut terdiri dari protein keras yang disebut keratin. Jika kamu menjalani diet yang terlalu ketat atau mengonsumsi makanan yang minim gizi, tubuh akan memprioritaskan asupan nutrisi untuk organ-organ vital terlebih dahulu, seperti jantung dan paru-paru. Efeknya, folikel rambut menjadi pihak pertama yang dikesampingkan. Defisiensi zat besi, seng (zinc), vitamin D, serta vitamin B kompleks merupakan penyebab umum yang paling sering diabaikan. Tanpa asupan ini, helai rambut menjadi rapuh, menipis, dan mudah mencabut dari akarnya.

3. Kebiasaan Styling dan Perawatan Rambut yang Salah
Penggunaan alat pemanas seperti hairspray, catokan, dan hair dryer dengan suhu terlalu tinggi secara terus-menerus dapat merusak struktur luar rambut. Selain itu, kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang, seperti gaya ponytail atau sanggul dapat menyebabkan Traction Alopecia, yaitu kerontokan akibat tarikan konstan pada akar rambut. Mengabaikan kebersihan kulit kepala atau justru terlalu sering mencuci rambut dengan sampo berbahan kimia keras juga dapat merusak lapisan kelembapan alami kulit kepala.

4. Ketidakseimbangan Hormon
Fluktuasi hormon tidak hanya dialami oleh wanita menopause. Perubahan hormon akibat penggunaan atau penghentian konsumsi pil KB, kondisi pascamelahirkan, gangguan tiroid, hingga Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) pada wanita sangat berpotensi mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Hormon androgen yang tidak seimbang dapat menyusutkan folikel rambut, membuat rambut baru tumbuh lebih tipis hingga akhirnya berhenti tumbuh sama sekali.

5. Efek Samping Obat-obatan dan Paparan Polusi
Konsumsi obat-obatan tertentu secara jangka panjang, seperti obat tekanan darah tinggi, antidepresan, pengencer darah, hingga konsumsi vitamin A dosis berlebih, dapat memiliki efek samping berupa kerontokan rambut. Selain itu, paparan polusi udara, radikal bebas, serta sinar ultraviolet matahari yang menyengat sehari-hari dapat merusak ikatan protein pada helai rambut dan memicu peradangan ringan pada kulit kepala.

Tips Praktis Mencegah dan Mengatasi Kerontokan Rambut

  • Perbaiki Pola Makan: Tingkatkan konsumsi makanan tinggi protein (telur, ikan, kacang-kacangan) serta makanan kaya zat besi dan omega-3 untuk memberi nutrisi langsung ke folikel rambut.

  • Kelola Stres dengan Baik: Luangkan waktu untuk relaksasi, meditasi, atau olahraga teratur guna menjaga kadar hormon stres tetap stabil.

  • Gunakan Perawatan yang Lembut: Pilih sampo yang bebas dari bahan sulfat keras, kurangi penggunaan alat pemanas, dan hindari mengikat rambut terlalu kencang.

  • Pijat Kulit Kepala: Lakukan pemijatan ringan pada kulit kepala selama 5-10 menit setiap hari, bisa menggunakan essential oil seperti rosemary oil atau jojoba oil, untuk melancarkan sirkulasi darah ke akar rambut.

  • Jaga Hidrasi Tubuh: Pastikan asupan air putih harian cukup agar kulit kepala tetap lembab dari dalam dan tidak mudah kering atau ketombe.

Kesimpulan

Memahami bahwa kerontokan rambut tidak hanya disebabkan oleh faktor penuaan adalah langkah awal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan mahkota kamu. Dengan mengenali pemicu lain seperti stres, pola makan yang buruk, kesalahan perawatan, hingga ketidakseimbangan hormon, kamu dapat mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat sasaran. Melakukan perubahan kecil pada gaya hidup sehari-hari serta memberikan perawatan yang lebih lembut akan membantu mengembalikan kekuatan, kepadatan, dan keindahan alami rambut kamu dalam jangka panjang.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update