Kamis, 10 Sep 2026
Beranda › Berita
Berita

7 Masalah Ketombe dan Kulit Kepala Gatal yang Sering Dialami Pria

✍️ Dewi 🕒 10 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
ketombe-psoriasis
ketombe-psoriasis Foto: psoriasis.org

Ketombe dan kulit kepala gatal adalah masalah umum yang sering dihadapi pria. Artikel ini mengulas tujuh masalah ketombe paling sering terjadi pada pria, lengkap dengan penyebab dan cara penanganannya.

7 masalah ketombe dan kulit kepala gatal sering dialami pria, kondisi ini dapat mengganggu penampilan dan kepercayaan diri.

Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang ditandai dengan serpihan kulit mati berwarna putih atau kekuningan yang mengelupas, sering disertai rasa gatal.

Meskipun umum dan tidak menular, penyebabnya bervariasi dari produksi minyak tidak seimbang hingga pertumbuhan jamur Malassezia Globosa.

Produksi minyak (sebum) yang tidak seimbang, baik terlalu banyak maupun terlalu sedikit, merupakan pemicu utama.

Pertumbuhan berlebih jamur Malassezia Globosa juga berkontribusi pada iritasi dan pengelupasan sel kulit mati.

Kebersihan rambut yang kurang optimal, seperti jarang keramas atau penumpukan produk, turut memperparah kondisi ini.

Faktor lain seperti stres, reaksi alergi terhadap produk rambut, kondisi kulit tertentu seperti dermatitis seboroik, perubahan hormon, serta pola makan dan gaya hidup juga memengaruhi kesehatan kulit kepala.

1. Ketombe Kering

Serpihan ketombe berwarna putih, berukuran kecil, halus, dan mudah rontok ke rambut atau pakaian adalah ciri khas ketombe kering.

Kulit kepala sering terasa kencang, kering, dan disertai gatal ringan hingga sedang.

Kondisi ini disebabkan oleh kulit kepala yang kekurangan kelembapan alami akibat paparan suhu ekstrem, sering keramas dengan air panas, dehidrasi, atau penggunaan produk perawatan rambut yang terlalu keras.

Solusinya adalah menggunakan sampo antiketombe yang mengandung pelembap alami seperti argan oil, almond oil, atau aloe vera, serta menghindari penggunaan panas berlebihan pada rambut.

2. Ketombe Berminyak

Ketombe berminyak ditandai dengan serpihan yang cenderung lebih besar, berwarna kekuningan, lengket, dan menempel pada kulit kepala. Kulit kepala terasa lepek, berminyak, dan gatal.

Penyebab utamanya adalah produksi sebum (minyak alami) yang berlebihan di kulit kepala, yang kemudian berinteraksi dengan debu dan kotoran, menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur Malassezia; stres juga dapat meningkatkan produksi sebum.

Untuk mengatasinya, gunakan sampo antiketombe yang dirancang untuk membersihkan sebum berlebih dan mengandung bahan seperti asam salisilat atau zinc pyrithione, serta kelola stres untuk membantu menyeimbangkan produksi sebum.

3. Infeksi Jamur

Infeksi jamur pada kulit kepala dapat menimbulkan ketombe putih atau kuning, disertai iritasi dan peradangan.

Jika berupa Tinea Capitis atau kurap kulit kepala, gejalanya bisa lebih parah dengan kulit kepala gatal, bersisik, pitak, peradangan, dan bahkan kebotakan.

Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur Malassezia globosa yang mengiritasi kulit kepala, atau jamur dermatofit untuk Tinea Capitis, sering dipicu oleh kondisi lembap dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Sampo antiketombe dengan bahan aktif antijamur seperti zinc pyrithione, selenium sulfide, ketoconazole, atau tea tree oil dapat membantu, namun Tinea Capitis mungkin memerlukan obat antijamur resep dokter.

4. Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik merupakan kondisi kulit kepala yang lebih parah, ditandai dengan bercak merah, bersisik, berkerak, terasa gatal, dan berminyak.

Serpihan ketombe bisa terlihat di rambut dan pakaian, bahkan dapat menyebar ke area lain seperti alis, hidung, janggut, dan dada.

Kondisi ini dianggap sebagai bentuk eksim kronis yang sering disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur Malassezia pada kulit kepala berminyak, dengan faktor risiko meliputi genetik, stres, kelelahan, gangguan sistem saraf, gangguan mental, dan sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Penanganannya melibatkan sampo antiketombe dengan asam salisilat, zinc pyrithione, selenium sulfide, atau ketoconazole, dan konsultasi dengan dokter kulit penting untuk diagnosis serta penanganan yang tepat.

5. Reaksi Alergi atau Dermatitis Kontak

Reaksi alergi atau dermatitis kontak pada kulit kepala ditandai dengan rasa gatal, kering, atau terlalu berminyak, disertai kemerahan, iritasi, rasa terbakar, atau ruam.

Gejala ini muncul setelah kulit kepala bersentuhan dengan zat tertentu.

Penyebabnya adalah alergi atau sensitivitas terhadap bahan kimia dalam produk perawatan rambut seperti sampo, kondisioner, minyak rambut, pewarna rambut, atau produk styling.

Solusinya adalah menghentikan penggunaan produk yang dicurigai sebagai pemicu alergi dan memilih produk perawatan rambut yang lebih lembut atau hypoallergenic; jika gejala tidak membaik atau parah, konsultasi dengan dokter kulit diperlukan.

6. Psoriasis Kulit Kepala

Psoriasis kulit kepala adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan sel kulit beregenerasi terlalu cepat, ditandai dengan bercak merah, menebal, dan bersisik perak yang dapat menyebabkan gatal ekstrem.

Serpihan cenderung lebih tebal dan lebih sulit dilepaskan dibandingkan ketombe biasa, dan kondisi ini juga bisa muncul di lutut, siku, dan badan.

Penyakit ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel kulit sehat, memicu pertumbuhan sel kulit yang terlalu cepat.

Sampo antiketombe dengan asam salisilat dapat membantu, dan pelembap dicampur cuka apel bisa dioleskan ke area gatal, namun salep khusus atau perawatan medis dari dokter kulit dianjurkan.

7. Kebersihan Rambut yang Buruk dan Penumpukan Produk

Kulit kepala terasa lengket, lepek, dan gatal adalah indikasi kebersihan rambut yang buruk atau penumpukan produk. Terlihat penumpukan minyak, sel kulit mati, kotoran, debu, dan sisa produk rambut.

Kondisi ini disebabkan oleh jarang keramas, kurang bersih saat keramas, tidak membilas produk perawatan rambut secara menyeluruh, atau penggunaan produk styling berlebihan yang sulit dibersihkan, menciptakan lingkungan ideal untuk pertumbuhan jamur dan iritasi.

Solusinya adalah keramas secara rutin 2-3 kali seminggu, atau lebih sering jika aktivitas berat, serta memastikan pembilasan rambut sampai bersih dan menghindari penggunaan produk styling yang berlebihan atau sulit dibersihkan.

Mengatasi ketombe dan kulit kepala gatal pada pria memerlukan pemahaman tentang penyebabnya agar penanganan bisa efektif.

Beberapa solusi umum yang bisa diterapkan meliputi penggunaan sampo antiketombe yang tepat dengan bahan aktif seperti zinc pyrithione, asam salisilat, selenium sulfide, ketoconazole, atau tea tree oil, disesuaikan dengan jenis ketombe dan kondisi kulit kepala.

Menjaga kebersihan kulit kepala dengan keramas rutin dan bilas hingga bersih, serta menghindari menggaruk kulit kepala terlalu keras, penting.

Selain itu, mengelola stres melalui teknik relaksasi, memperhatikan produk perawatan rambut agar tidak memicu alergi, dan menerapkan gaya hidup sehat dengan asupan nutrisi seimbang serta hidrasi cukup akan mendukung kesehatan kulit kepala.

Jika ketombe tidak membaik dengan perawatan di rumah, disertai gatal parah, kemerahan signifikan, peradangan, ruam, atau rambut rontok berlebihan, segera konsultasikan dengan dokter kulit untuk diagnosis dan penanganan yang lebih lanjut.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: halodoc.com, alodokter.com, hellosehat.com, tezzen.com, liputan6.com, headandshoulders.co.id, clearhaircare.com, columbiaasia.co.id.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update