Selasa, 03 Nov 2026
Beranda › Berita
Berita

5 Kebiasaan Sepele Pemicu Rambut Rontok yang Sering Diabaikan

✍️ Dewi 🕒 24 Sep 2026 👁️ 6x dibaca
rontok6
rontok6 Foto: alodokter.com

Rambut rontok berlebihan bisa menjadi tanda kebiasaan sehari-hari yang kurang tepat. Kenali lima pemicu umum kerontokan rambut dan langkah-langkah sederhana untuk mengatasinya.

5 kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap remeh ternyata menjadi penyebab utama rambut rontok berlebihan pada banyak orang.

Normalnya, setiap orang kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut per hari sebagai bagian dari siklus pertumbuhan alami rambut.

Namun, kerontokan yang melampaui batas normal dan tidak segera diatasi dapat menyebabkan penipisan rambut hingga kebotakan.

Selain faktor genetik, perubahan hormon, dan kondisi medis, banyak pemicu kerontokan rambut berasal dari kebiasaan sepele yang sering kamu lakukan.

1. Mengikat Rambut Terlalu Kencang

Kebiasaan menarik rambut ke belakang secara terus-menerus dengan ikatan kencang, seperti kuncir kuda atau cepol ketat, dapat memberikan tekanan berlebihan pada akar dan folikel rambut. Tarikan konstan ini berpotensi merusak folikel rambut dan mengurangi garis rambut, bahkan bisa menyebabkan traction alopecia yang membuat folikel rambut melemah permanen. Untuk mengatasinya, hindari mengikat rambut terlalu kencang dan pilih gaya rambut yang lebih longgar atau biarkan rambut terurai sesekali.

2. Menyisir Rambut Basah dengan Cara yang Keliru

Rambut berada dalam kondisi paling rapuh dan rentan patah saat basah karena pori-pori kulit kepala cenderung terbuka dan akar rambut tidak sekuat saat kering.

Menyisir rambut basah atau menggosoknya dengan handuk secara kasar dapat merusak kutikula rambut, membuatnya rapuh, kusut, dan mudah rontok atau patah.

Solusinya, keringkan rambut dengan menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk berbahan lembut dan biarkan mengering alami atau dengan kipas angin bersuhu rendah.

Sisir rambut saat sudah setengah kering atau kering sepenuhnya, mulai dari ujung rambut lalu perlahan naik ke atas untuk mengurai kekusutan, gunakan sisir bergigi jarang.

3. Penggunaan Alat Panas Penata Rambut Berlebihan

Alat penata rambut seperti pengering rambut, catokan lurus, atau pengeriting rambut menggunakan suhu panas yang dapat merusak lapisan terluar rambut atau kutikula dan keratin. Panas berlebihan ini menghilangkan kelembapan alami rambut, membuatnya kering, rapuh, serta rentan patah dan rontok. Sebagai langkah pencegahan, kurangi frekuensi penggunaan alat penata rambut panas dan selalu aplikasikan produk pelindung panas atau heat protectant terlebih dahulu jika memang harus menggunakannya.

4. Pola Diet Ketat dan Kurang Gizi

Pola makan yang terlalu ketat atau tidak seimbang dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi penting seperti protein, zat besi, vitamin B dan C, serta asam lemak esensial.

Ketika tubuh kekurangan gizi, energi akan diarahkan ke organ vital seperti otak dan jantung, sehingga rambut tidak mendapatkan pasokan nutrisi yang cukup.

Akibatnya, rambut tumbuh lebih tipis, rapuh, dan mudah rontok.

Terapkan pola makan sehat dan seimbang yang kaya protein, zat besi, vitamin, dan asam lemak omega-3 untuk memastikan rambut mendapatkan energi yang cukup untuk tumbuh sehat.

5. Stres Berlebihan dan Berkepanjangan

Stres fisik maupun emosional yang berkepanjangan dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang meregulasi siklus pertumbuhan rambut. Stres dapat memicu kondisi seperti telogen effluvium, di mana banyak folikel rambut memasuki fase istirahat secara prematur dan kemudian rontok lebih banyak dari biasanya. Kelola stres dengan bijak melalui teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau hobi, serta pastikan kamu mendapatkan waktu istirahat dan tidur yang cukup setiap hari.

Rambut rontok memang bisa menjadi hal yang mengkhawatirkan, namun banyak kasus dapat diatasi dengan mengubah kebiasaan sepele sehari-hari.

Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan solusi yang tepat, kamu dapat menjaga kesehatan rambut dan mengurangi kerontokan.

Jika kerontokan rambut terus berlanjut atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk diagnosis dan penanganan yang lebih akurat.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: siloamhospitals.com, alodokter.com, hellosehat.com, dove.com, tirto.id, halodoc.com, polri.go.id, idntimes.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update