Selasa, 03 Nov 2026
Beranda › Berita
Berita

5 Kebiasaan Sepele Pemicu Ketombe yang Sering Terabaikan

✍️ Dewi 🕒 24 Sep 2026 👁️ 8x dibaca
ketombe6
ketombe6 Foto: halodoc.com

Ketombe seringkali disebabkan oleh kebiasaan sepele yang tidak disadari. Kenali lima pemicu umum seperti jarang keramas, salah pilih sampo, hingga mengikat rambut saat basah untuk menjaga kesehatan kulit kepala kamu.

Ketombe, kondisi kulit kepala umum yang ditandai dengan pengelupasan serpihan putih atau kekuningan, dapat mengurangi kepercayaan diri banyak orang.

Meskipun tidak menular dan tidak berbahaya, rasa gatal berlebihan yang ditimbulkan seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari.

Normalnya, sel kulit kepala akan mengelupas setiap bulan, namun pada kasus ketombe, proses regenerasi ini terjadi lebih cepat, bahkan setiap minggu.

Penyebab Ketombe yang Perlu Kamu Ketahui

Beberapa faktor umum memicu munculnya ketombe, termasuk pertumbuhan berlebih jamur Malassezia globosa yang secara alami hidup di kulit kepala.

Jamur ini dapat menyebabkan iritasi dan penumpukan sel kulit mati, terutama jika kulit kepala berminyak atau mengalami dermatitis seboroik.

Kulit kepala kering juga bisa menjadi penyebab ketombe, dengan serpihan yang cenderung lebih kecil dan tidak berminyak.

Stres dapat memperburuk kondisi ketombe karena menurunkan daya tahan tubuh. Sensitivitas terhadap bahan kimia tertentu dalam produk perawatan rambut juga bisa memicu iritasi.

Selain itu, kondisi medis seperti eksim atau psoriasis, serta pola makan yang tidak sehat dengan kurangnya asupan vitamin B, turut memengaruhi kesehatan kulit kepala kamu.

Lima Kebiasaan Sepele Pemicu Ketombe

Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele dapat menjadi pemicu utama ketombe. Berikut adalah lima kebiasaan yang perlu kamu perhatikan:

1. Jarang Keramas atau Tidak Membersihkan Kulit Kepala dengan Benar

Kulit kepala yang jarang dibersihkan akan mengalami penumpukan kotoran, minyak, dan sel kulit mati.

Penumpukan ini menciptakan lingkungan ideal bagi jamur Malassezia untuk berkembang biak, yang kemudian memicu ketombe.

Untuk mencegahnya, keramaslah minimal dua hari sekali agar kulit kepala selalu bersih dan sehat.

2. Gonta-ganti Sampo atau Menggunakan Produk Rambut yang Tidak Tepat/Keras

Memilih sampo yang tidak sesuai dengan jenis rambut dan kulit kepala dapat memicu produksi minyak berlebih atau menyebabkan kulit kepala menjadi kering dan terkelupas.

Beberapa produk sampo dengan bahan kimia keras juga dapat menghilangkan minyak alami kulit kepala.

Sisa-sisa produk perawatan rambut yang tidak dibilas bersih juga bisa menempel dan menyebabkan penumpukan yang memicu ketombe.

3. Mengikat Rambut Saat Basah

Kebiasaan mengikat atau menutup rapat rambut saat masih lembap dapat memerangkap kelembapan di kulit kepala.

Kondisi lembap ini, ditambah dengan penumpukan minyak dan kulit mati, menciptakan lingkungan disukai jamur penyebab ketombe.

Pastikan rambut kamu kering sempurna sebelum diikat untuk menghindari masalah ini.

4. Terlalu Sering atau Keras Menyisir Rambut

Menyisir rambut memang penting untuk membantu membersihkan sel-sel kulit mati, namun melakukannya terlalu keras atau terlalu sering dapat mengiritasi kulit kepala.

Iritasi ini bisa memicu munculnya ketombe dan memperburuk kondisinya. Disarankan untuk menyisir dengan lembut dan tidak lebih dari dua kali sehari.

5. Keramas dengan Air Panas

Menggunakan air bersuhu tinggi saat mencuci rambut cenderung mengeringkan kulit kepala dan dapat meningkatkan sensitivitasnya.

Kulit kepala yang kering dan sensitif lebih rentan terhadap ketombe karena pelindung alaminya terganggu. Untuk menjaga kesehatan kulit kepala, disarankan keramas menggunakan air hangat atau dingin.

Solusi Efektif Mengatasi Ketombe

Mengatasi ketombe dapat dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari penggunaan produk khusus hingga perubahan gaya hidup.

Kamu bisa menggunakan sampo antiketombe yang mengandung bahan aktif seperti selenium sulfida, piritiona seng, ketoconazole, atau asam salisilat secara teratur sesuai petunjuk.

Perawatan alami juga bisa menjadi pilihan. Minyak kelapa dapat membantu melembapkan kulit kepala dan mengurangi ketombe. Cuka sari apel bersifat antijamur dan membantu menyeimbangkan pH kulit kepala. Lidah buaya dengan senyawa antijamur dan antiradang dapat meredakan gatal, sementara tea tree oil memiliki sifat antiseptik yang kuat.

Penerapan gaya hidup sehat juga krusial. Kelola stres dengan teknik relaksasi dan konsumsi makanan bergizi seperti sayuran hijau, ikan berlemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Hindari merokok karena asapnya dapat mengeringkan kulit kepala dan meningkatkan sensitivitasnya.

Ketombe adalah masalah umum yang dapat diatasi dengan memahami penyebabnya dan menerapkan kebiasaan perawatan rambut yang tepat.

Mengidentifikasi dan mengubah kebiasaan sepele yang memicu ketombe, serta menggunakan solusi yang sesuai, baik medis maupun alami, dapat membantu kamu menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut.

Pastikan kamu memastikan sendiri informasi terkini sebelum berkunjung atau memutuskan.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: herminahospitals.com, hellosehat.com, halodoc.com, watsons.co.id, kalbarprov.go.id, dove.com, siloamhospitals.com, cnnindonesia.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update