3 Proses Kimia Penyebab Rambut Bercabang yang Perlu Kamu Ketahui
Rambut bercabang, atau secara medis dikenal sebagai trichoptilosis, adalah kondisi umum yang membuat ujung rambut membelah. Kondisi ini sering tampak kusam, kering, dan rapuh, menjadi tanda bahwa rambut sedang tidak sehat atau mengalami kerusakan. Ini terjadi ketika lapisan pelindung luar helai rambut yang disebut kutikula mengalami kerusakan akibat paparan panas, bahan kimia, atau gesekan berlebih, sehingga serat bagian dalam rambut tidak lagi terlindungi dan terbelah menjadi dua atau lebih.
Berbagai faktor dapat memicu kondisi ini, namun 3 proses kimia yang agresif memiliki dampak signifikan terhadap struktur rambut.
1. Pewarnaan Rambut
Proses pewarnaan rambut melibatkan penggunaan bahan kimia untuk menghilangkan melanin, pigmen alami dari batang rambut, kemudian menggantinya dengan pigmen warna buatan.
Perubahan kimia ini secara fundamental mengubah struktur rambut, membuatnya tidak sekuat dan seelastis sebelumnya.
Kandungan kimia dalam pewarna dapat merusak batang rambut, menyebabkan rambut menjadi lebih kering, kasar, dan rentan rontok.
Penggunaan pewarna yang terlalu sering atau berulang-ulang tanpa jeda waktu yang cukup dan tanpa perawatan memadai akan memperparah kerusakan, meningkatkan porositas rambut, dan membuatnya lebih mudah bercabang.
2. Bleaching atau Pemutihan Rambut
Bleaching adalah proses kimia agresif yang bertujuan menghilangkan pigmen warna alami rambut secara signifikan agar dapat mencapai warna yang lebih terang.
Bahan kimia pemutih bekerja dengan membuka paksa lapisan kutikula rambut dan menembus korteks untuk mengoksidasi melanin.
Proses ini merusak lapisan kutikula, membuatnya terangkat dan tidak lagi mampu melindungi bagian dalam rambut dengan baik.
Akibatnya, rambut menjadi lebih porus, kehilangan kekuatan dan elastisitas alaminya, serta menjadi kering, rapuh, dan mudah patah.
Risiko kerusakan, termasuk rambut bercabang, meningkat secara signifikan jika proses bleaching dilakukan secara terus-menerus atau berulang tanpa henti selama berbulan-bulan.
3. Pelurusan dan Pengeritingan Rambut
Pelurusan rambut, seperti rebonding atau smoothing, dan pengeritingan rambut, atau perming, adalah proses kimia yang menggunakan bahan kimia kuat untuk mengubah bentuk atau tekstur alami rambut. Bahan kimia ini bekerja dengan memecah ikatan disulfida yang ada dalam struktur protein rambut dan kemudian membentuk ikatan baru untuk menciptakan bentuk rambut yang diinginkan. Perubahan pada struktur protein di batang rambut ini dapat mengganggu tekstur alami rambut, membuatnya terasa lebih kasar, kaku, atau tidak selembut biasanya. Proses ini juga dapat mengurangi kekuatan dan elastisitas rambut, menyebabkan rambut menjadi kering, pecah, dan bercabang. Dampak kerusakan mungkin tidak langsung terlihat, tetapi akan menjadi jelas setelah beberapa bulan jika tidak diikuti dengan perawatan rambut yang intensif di rumah.
Selain proses kimia, beberapa faktor lain juga dapat memicu rambut bercabang. Paparan panas berlebih dari alat styling seperti hair dryer dan catokan, sinar matahari langsung, cara menyisir yang kasar, hingga penggunaan produk rambut berbahan keras, semuanya dapat merusak kutikula. Gesekan berlebih saat mengeringkan rambut dengan handuk, mengikat rambut terlalu kencang, keramas terlalu sering atau jarang, serta kekurangan nutrisi seperti zinc juga berkontribusi pada kondisi ini. Rambut yang terlalu panjang juga cenderung lebih rentan terhadap kerusakan dan bercabang karena telah mengalami lebih banyak paparan dan keausan.
Untuk mengatasi rambut bercabang, menggunting ujung rambut secara rutin setiap 6, 8 minggu adalah langkah paling efektif karena rambut bercabang tidak dapat diperbaiki. Kamu juga perlu menggunakan kondisioner setelah keramas dan masker rambut setidaknya seminggu sekali untuk menambah kelembapan. Membatasi penggunaan alat penata rambut panas dan selalu menggunakan serum pelindung panas juga disarankan. Menyisir rambut dengan perlahan, terutama saat basah, mencukupi kebutuhan nutrisi dari makanan kaya zinc dan protein, serta menghindari paparan sinar UV berlebih juga penting. Pilihlah produk perawatan rambut yang melembapkan, bebas sulfat dan paraben, serta mengandung bahan alami seperti minyak argan atau keratin. Keringkan rambut dengan menepuk lembut menggunakan handuk microfiber, berikan jeda antar perawatan kimia, dan hindari mengikat rambut terlalu kencang.
Memahami penyebab dan cara merawat rambut bercabang penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan menjaga rambut tetap sehat, kuat, dan terawat.
Jika tidak ditangani, rambut bercabang dapat menyebabkan rambut semakin rapuh, penipisan, sulit tumbuh panjang, tampak kusam, dan kerusakan dapat meluas ke seluruh batang rambut.
Jika kondisi rambut bercabang tidak kunjung membaik atau semakin parah, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli perawatan rambut untuk mendapatkan solusi dan perawatan yang sesuai.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, cnfstore.com, halodoc.com, hellosehat.com, cnnindonesia.com, okadoc.com, allthingsbeauty.com, rri.co.id.
