Selasa, 03 Nov 2026
Beranda › Berita
Berita

10 Jenis Masalah Rambut Rontok Berdasarkan Penyebab dan Ciri-cirinya

✍️ Dewi 🕒 06 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
pic6
pic6 Foto: beautynesia.id

10 jenis masalah rambut rontok umum dapat dikenali melalui penyebab dan ciri-ciri khasnya, membantu individu memahami kondisi yang dialami dan mengambil langkah penanganan yang tepat.

1. Telogen Effluvium

Telogen effluvium merupakan kerontokan rambut yang dipicu oleh stres berat, baik fisik maupun psikologis, termasuk operasi, penyakit kronis, perubahan hormon mendadak, atau efek samping obat tertentu.

Ciri khasnya adalah kerontokan rambut yang cepat dan masif, seringkali melebihi 100 helai per hari, menyebabkan rambut menipis secara keseluruhan tanpa pola kebotakan yang jelas.

Kerontokan ini biasanya terjadi beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah pemicu dan umumnya bersifat sementara, dengan rambut akan tumbuh kembali setelah pemicu teratasi.

2. Alopecia Androgenetik

Alopecia androgenetik, atau kebotakan pola, adalah jenis kerontokan rambut paling umum yang disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan pengaruh hormon dihidrotestosteron (DHT) yang memperpendek siklus hidup rambut.

Pada pria, kerontokan dimulai dari area di atas kedua pelipis yang membentuk pola "M", sedangkan pada wanita, rambut menipis secara bertahap di sepanjang ubun-ubun atau mahkota kepala.

Kondisi ini umumnya bersifat permanen jika tidak ditangani, dengan rambut yang tumbuh kembali menjadi lebih tipis dan lemah.

3. Alopecia Areata

Alopecia areata adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut, diduga dipicu oleh faktor genetik, stres, infeksi virus, atau trauma.

Kerontokan rambut terjadi secara mendadak dalam bentuk pitak atau lingkaran kecil seukuran koin di kulit kepala yang halus dan tidak bersisik.

Dalam kasus parah, dapat menyebabkan kebotakan total di kepala atau seluruh tubuh, serta perubahan pada kuku seperti kemerahan atau berlekuk.

4. Anagen Effluvium

Anagen effluvium terjadi ketika ada gangguan mendadak pada fase pertumbuhan aktif rambut (fase anagen), seringkali disebabkan oleh pengobatan medis seperti kemoterapi dan radiasi.

Kerontokan rambut berlangsung cepat dan masif, seringkali dalam hitungan hari atau minggu setelah pemicu, menyebabkan rambut menjadi tipis, lemah, dan mudah patah di dekat kulit kepala.

Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan rambut akan tumbuh kembali dalam beberapa bulan setelah pemicu dihentikan.

5. Alopecia Traksi

Alopecia traksi disebabkan oleh kebiasaan menarik atau mengikat rambut terlalu kencang secara terus-menerus, seperti kuncir kuda yang ketat atau penggunaan hair extension yang berat.

Kerontokan rambut terjadi di area yang sering mengalami tarikan, seperti di sekitar dahi, pelipis, atau tengkuk, seringkali diawali dengan benjolan kecil atau peradangan folikel rambut.

Rambut bisa tumbuh kembali jika kebiasaan diubah dan dideteksi dini, namun kerusakan folikel yang parah dapat menyebabkan kerontokan permanen.

6. Tinea Capitis

Tinea capitis adalah infeksi jamur pada kulit kepala, sering dikenal sebagai ringworm.

Ciri-cirinya meliputi rambut rontok disertai bercak bersisik yang menyebar di kulit kepala, yang bisa tampak kemerahan dan bengkak, terkadang mengeluarkan cairan.

Kondisi ini sering disertai rasa gatal dan ruam melingkar, serta membutuhkan penanganan medis untuk mencegah kebotakan permanen jika terlambat diobati.

7. Rambut Rontok Akibat Kekurangan Nutrisi

Kerontokan rambut akibat kekurangan nutrisi terjadi karena tubuh tidak mendapatkan cukup vitamin dan mineral penting untuk pertumbuhan rambut, seperti vitamin D, vitamin C, zat besi, atau seng.

Kondisi ini menyebabkan kerontokan rambut berlebihan yang melebihi batas normal dan rambut tampak menipis secara keseluruhan. Seringkali disertai gejala kekurangan nutrisi lain pada tubuh.

8. Rambut Rontok Akibat Gangguan Tiroid

Gangguan tiroid, baik hipertiroidisme maupun hipotiroidisme, dapat menyebabkan rambut rontok karena ketidakseimbangan hormon.

Kerontokan rambut cenderung merata di seluruh kepala dan menyebabkan penipisan drastis, dengan rambut menjadi rusak, rapuh, dan mudah patah.

Gejala lain bisa termasuk kesulitan menoleransi panas atau dingin, perubahan berat badan, dan kulit yang kasar atau tebal.

9. Rambut Rontok Akibat Efek Samping Obat-obatan (Non-Kemoterapi)

Berbagai jenis obat, selain kemoterapi, dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut, termasuk pil kontrasepsi, retinoid, beta-blocker, dan antidepresan.

Kerontokan rambut biasanya tidak langsung terjadi, melainkan muncul sekitar 12 minggu atau 3 bulan setelah mulai mengonsumsi obat, umumnya menyebabkan kerontokan menyebar.

Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan akan membaik setelah tubuh menyesuaikan diri dengan obat atau setelah konsumsi obat dihentikan atas konsultasi dokter.

10. Rambut Rontok Akibat Kebiasaan Perawatan Rambut yang Salah

Kebiasaan perawatan rambut yang tidak tepat, seperti terlalu sering atau jarang keramas, serta cara mencuci rambut yang keliru, dapat menyebabkan kerontokan.

Ciri-cirinya meliputi rambut yang menjadi rapuh, mudah patah, kering, dan sulit diatur, dengan kulit kepala bisa terasa gatal atau muncul ketombe.

Rutinitas keramas yang tidak tepat dapat mengikis minyak alami atau menyebabkan penumpukan sel kulit mati yang menyumbat folikel rambut.

Memahami penyebab dan ciri-ciri berbagai jenis kerontokan rambut merupakan langkah awal yang krusial.

Jika kamu mengalami kerontokan rambut berlebihan atau mengkhawatirkan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli dermatologi demi diagnosis akurat dan rencana perawatan yang sesuai.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, mandayahospitalgroup.com, dove.com, msdmanuals.com, youtube.com, jawapos.com, clearhaircare.com, detik.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update